Senin, 09 Desember 2013

:(

Like somehow you just dont belong:(((( what a dummy gummy gloomy day!!! Double attack of regretness, with being unacceptable topping on the edge;((( desperately deeply terribly s.a.d.

Failed over and over again as usual.  I may not care, but deep inside it just hurting me so bad. It's bothering me so much that im not good enough, less better than them, that i could have been do it better. It's so hard to get out of this regretness feeling. Haunted me on everything i do. Especially when it comes to him, he got in while im not. Pathetic, moron, loser, that's what i hear on my mind.
And feeling like youre not belong anywhere........making me sick. And hurts.

Don't say that everything is alright cause no it's not. Don't say that im gonna be fine cause i wont be.

Minggu, 08 Desember 2013

Sunday

So today is sunday, just like the other sunday im completely all alone in this house since my brother left to college, parents busy with their things also.
It's raining and im sitting here in the loteng, writing this blog things rather than reading history book that is right on my leg now.
Got my first big exam on 11th grade tomorrow, but just sitting here wolesly is so me(i bet tomorrow the papers just gonna shocked me).
Hmm i just watched We Bought a Zoo few moments ago, as usual Matt Damon my fav, made every movies he played worth to watch. Padahal the movie had been on my pc for like a year, but it's untouchable somehow, i rather watch on tv then pc or laptop(which my brother had taken) so this is kind of a new semester of life, being in home without brother just that much different. Lately my mind started my childhood memories when i feel alone in this house, and also wondering how's the future will be, what would happen to this house, which i always called 'home'.
And.....
Well, this is not a heavy rain and the sky being grey, which i love somehow. You can hear the melody of the pouring rain, hear the silence of your neighborhood, feel the wind that blows into your hair, being able have a quiet moment on your life, a bit relaxing on my category i guess.
Btw this morning he replied my chat, shortly. Haha, and i knew that was the moment where i have to stay back on the line, cause stepping out just a suicide. Know where to stop, when to stop. "They say time heals everything" i hope it heals your feeling though, and they said "Everything happens for a reason, and people changes like season" so let it change your feeling like winter turn into spring. Time would help, perhaps.

Argghhh I should read this book btw for a better score. haha thats funny, 'for a better score'. Im not really interested on this math,physic,chemistry things honestly and maybe so do the other teenagers out there, but we just have to, we have to.
But no time to complain now, gotta do, and gotta go, ciao.

Selasa, 12 November 2013

Bagaimana Jika…

Foto: Juneee
Terus saja memendam rasa. Memang tak terasa sampai semuanya hampa.
Apakah kamu pernah membayangkan? Kamu terus memendam rasa untuknya. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.
Kamu pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak mendapatkan sapanya, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.
Apa kamu pernah mengharapkan? Menapaki jalan yang berbeda setiap harinya. Kemudian menghentikan pencarian jalan dan terus melewatinya ketika tahu bahwa dia juga menginjakkan kaki di sana. Berpapasan dengannya secara pura-pura tidak sengaja.
Pernahkah kamu memikirkan? Semua sumringah yang menyelinap ke dalam kelopak mata. Mengganggu semua mimpi yang hendak hadir. Mengubah semua benak menjadi layar putih, memproyeksikan khayalan demi khayalan tentang dirimu. Hanya karena kamu menyebut namaku, meski tidak dengan benar.
Namun apakah kamu pernah melamunkan? Bahwa sesungguhnya dia melakukan hal yang sama denganmu, hanya saja dia sama keras kepalanya denganmu. Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu.
Semuanya dilalui sampai waktu yang lama, lebih lama dari yang pernah kamu bayangkan. Hingga masing-masing dari kamu lupa, kemudian menemukan sangkar hati yang baru. Bagaimana jika, ketika kamu merasa bahwa yang kamu dapatkan sekarang benar-benar untukmu, kamu mendapati dia yang pernah kamu cinta dalam diam, ternyata juga mencintaimu. Dalam diam.
Bagaimana jika…





Source : http://daraprayoga.wordpress.com/2012/08/28/bagaimana-jika/?relatedposts_exclude=105

Sabtu, 26 Oktober 2013

Haha....

Well, somehow I've got my own song's lyrics running in my mind, kinda abstract, but here :

dont you ever ask me to love you
i'd love you without any question
sing it along with me with me
make sure that it's okay
to be on my side when he's staring

madly,jealousy,desperately
aggressively,hatefully,furiously
you can make it all into one
or two or three or hundred

everything just seems alright
cause i've got your hand in mine
your head on my shoulder
your heartless heart in me

so tell me it's okay
tell me it's nothing
he's not anyone
but just only a past
you've got me here now
so just look straight here
look into this abandoned eyes

and tell me that's nothing but only a past

so that's it, hhahaha for note imagine the singer is a male not me bhahahahah,
and i've told you, that is sooo abstract, so make your own melody ;)

Sabtu, 21 September 2013

.

i feel like im not belong anywhere..... why do i even........

Jumat, 13 September 2013

Hhhb

Things changed haha whether you like it or not. What if you hate it?but we have no right to hate kayaknya. Kalo benci ya bisanya dipendam, tapi ga sampe dendam. Biasanya sih sampe expired, udah gitu aja.
Emang bener ternyata, being alone in the crowded is the most loneliest feeling ever.
Tak ada yg pasti di dunia ini, kecuali perubahan. Said someone wise.
And someone whispered to somebody a words of wisdom, "let it be" .......
Really feeling sad above everything. Terribly mega super sad. How i wish i could playing basketball, right nowww:(((( the only cure for now:( duh malesin bgt gini caranya asli.

Kamis, 12 September 2013

Bakiaakkk

Duuuhhh demi apa bgt dah besok tuh lomba bakiak pake kebaya--" taunya H-1 lahi etdaahhh mepet aja tuh kebaya dateng darimana zzzz
Besok tuh kayaknya sih bakalan kaya mbok2 maen bakiak di pinggir kali ya. Jadi ceritanya tuh, besok kita2 bakalan meramaikan acara borneo gitulah, diajakin ikut bakiak, yaudah ikut aja dah tuh. Kirain bakiak biasa, at least pake celana training + baju kaos gitu lah, eh ternyata oh ternyata....... expectation fvcked up lol.
Tapi gppa lah, tambah asoy aja tuh main bakiak pake gituan, jadi ada tantangannya sob!

Selasa, 10 September 2013

Rt

Even if one rt could mean the whole world to you
Even if one rt could take your breath away
Even if one rt could change your mood right away
Even if one rt could freaking you out
Even if one rt...........could be something to remember in your life time

Selasa, 20 Agustus 2013

Report

Sepertinya mulai sekarang dan selanjutnya Selasa pagi akan menjadi menyenangkan((:

Dan btw saya ulun aku gue masuk kelas sebelas ipa tiga nih, satu kelas sama beberapa teman masa lalu, maksudnya setahun yang lalu. Trus ada swap kelas gitu, eh taunya swap nya kelas kita ya berkebalikan yah sesuatu. Sekarang sering mikir kita tuh connected gitu yah atas semua yang terjadi akhir-akhir ini.Alah sok ngomong ''kita'' sendirinya aja gak beres dih. Tapi mungkin memang ada bond diantara kita. James bond sebagai orang ketiga. Apadah.

----topic changed----

Ternyata kelas ipa bisa dibayangkan ya bagaimana meneganggkannya melihat huruf yang bercampur angka lalu dikombinasi dan dimodifikasi.
Ternyata pelajaran ipa bisa dibayangkan ya seperti otak yang sudah harus diputar-putar ketika baru saja masuk hari-hari pertama sekolah dan betapa banyaknya bab seperti yang salah seorang guru katakan.

But life must goes on, jar urang tuh. Jalani ai apa yang ada, wes jar urang banjar. Tapi setidaknya harus work harder and do the best kalo. Inilah pilihan yang sudah diambil. Tapi ada saat ketika semua tugas dan pelajaran yang menerpa terasa sangat disyukuri. Ketika mengingat para mahasiswa di luar sana sedang bergulat dengan................ ah sudahlah.

Sabtu, 17 Agustus 2013

68 Tahun RI

HAPPY INDEPENDENCE DAY MY DEAR COUNTRY
INDONESIA


 Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-68
17 - 08 - 1945

Rabu, 14 Agustus 2013

~~~

hhhaha still feeling pleased about the other days before and no im not telling you why^^
when all, i mean, most of all songs that i heard started to make sense lol
and
thanks God for the night sky with tons of vivid star
thanks God for the lil asteroid that had been falling then burned in the ionosphere
thanks God for the beautiful turned from sun to moon at the field
thanks God for the priceless moment
thanks God for having somebody near my side

cause whenever im with him everything feels better and matter
even i enjoy the time when you kept playing with your phones
and i was busying myself with mine too
but what can i do?
the lamp's light shining on your eyes
while you stare while you talk to me
i cant help myself but you could

hhahahahaha look like song lyrics but nevermind. but it looks like i story-tell too much:p
and grammar?get loose, this is my blog not an english test. btw its august 14th, my fav month and number,
so yeah

Kamis, 01 Agustus 2013

August 1st

Yeay first post on august:3 here i come my month!

It's been 3weeks in fasting month but for this few days i cant, so thats it. One week to go!

Minggu, 28 Juli 2013

well,

isnt it seems unproperly to say 'be yourself' or 'be who you are' when some people or mostly everyone have a bad attitude inside? so it's kinda a booted word to say to people that it's okay to be mean cause that is who you are. kinda like, when you showed to people bad things that you called 'thats who truly i am' i don't think society could accept that. i mean, im rude inside, having a lot of anger, but 'be yourself' cant be the reason why you behave like shit.

but in some ways, still, that 'be yourself' word is one of favorite expression to tell that you dont have to copy others, you dont have to act like them, you dont have to against your heart to be what society want you to be, act like the groups to be accepted, but still and always, it won't seems like what just words said. society takes all of that

Selasa, 16 Juli 2013

.

yes maybe sometimes we all need to be accompanied by someone, and it just about the matters of time. ever feel like you wanted to let yourself all alone, but in the other mind you want someone to hold you back and stay there for silence, wait till they sure that u're fine enough?

Kamis, 04 Juli 2013

Entah berantah

Setting ceritanya ini gue lagi check-in di bandara trus siap-siap langsung naik pesawat, ternyata oh ternyata........ di sisi sebrang pelatar tinggi ini terhampar luas birunya laut dari entah berantah dan dihubungkan dengan kedua tali yang sejajar, terdapatlah sebuah kapal yang pintu masuknya terbuka lebar.
Disana gue kaget sekaligus amazed, kok ini bandara tapi jadi di pelabuhan gini? egp sama keanehan ini, gue langsung mau cepet-cepet aja keseberang naik tuh cruise ship. Tapi ternyata satu-satunya jalan ya lo harus meluncur dari tuh tali yang menghubungkan pelataran bandara yg tinggi ini ke pintu kapal yang tepatnya berada 30' dibawah sana.
Ngeliat kakak gue dengan entengnya meluncur layaknya naik flying fox(ceritanya kita lagi di kasih liburan), tak ada kata ragu buat gue untuk meluncur. Tiba-tiba tante yang datang dari entah berantah nyerobot sebelum gue sempat ngeletakin tangan ke katrolnya, dan wussssshhhhh dia meluncur dan lalu clek jbyurrrrrrr talinya putus. Untung bukan gue. Terdiam sejenak, kami para penumpang yg masih di pelataran melihat si tante tadi berdiri di birunya air laut tadi. Ya ga pikir panjang langsung aja semuanya nyebur dah.

Di pintu kapal entah kenapa tiba-tiba gue pakai baju selam dan sekujur tubuh udah basah aja. Dan entah kenapa itu kapal di dalamnya jadi kaya pulau khusus buat orang-orang liburan. Dengan PD nya gue berjalan di apa ya namanya, sejenis koridor tapi luas gitu dan open field?yah apalah pokoknya kita sebut saja koridor. Nah jalan aja dah tuh gue ngelewatin koridor dengan entengnya, dan ketika kepala dan mata gue menoleh ke depan dari celingak-celinguk gak jelas, tatapan slow motion pun terjadi, lo berdiri dengan tegapnya menghadap horizontal sedangkan gue vertikal. Dengan jalan yang sengaja diperlambat gue berharap lo bisa menyadari kehadiran gue yang bukan takdir ini, dan tssaahhhhh. Tatapan kita bertemu, tapi yang terucap hanyalah mulut yang merapat sembari melebarkan senyuman dan sebuah anggukan santai lalu berjalan ke arah masing-masing yang berlawanan.

Tempat yang tak terduga, bahkan kemungkinan bertemu dengan seorang kenalan adalah 0%, dan dengan apa yang pernah kita lalui dahulu, tak bisakah kita saling menyapa layaknya seorang teman lama? even in dreams, we're avoiding each other. Separah itu kah, kamu dan aku?.

Rabu, 03 Juli 2013

Absurdtrak

Sekarang gue ngerti bagian dimana seorang tokoh berkata ".........sampai-sampai gue lupa gimana rasanya disayangi seseorang". Baru aja kepikiran, langsung gue tulis diblog, wow banget saking kebeletnya ngisi ini hamparan kosong.
Ya mungkin agak lama juga sih ya semenjak apalah gitu, ya pokoknya gitudeh. Tapi apa iya dia nya gitu juga? dulunya sih gue pikir iye-iye aja, tapi nggaklah sampai saat ini. Menurut gue juga, meski kalian mikir ini alibi, atau sejenisnya, perasaan yang 'sesungguhnya' itu memang terlalu cepat buat kita-kita untuk bisa rasakan. Kalo menurut lo, lo punya atau dapet perasaan itu disaat umur yang masih muda gini ya syukurlah, atau kalo lo masih ngebet juga, biarkan waktu yang menjawab apa arti dari perasaan lo.

Kita suka sama seseorang ya wajar, wajar banget. Tapi yang mesti lo tau, kan ada tuh spesies lain selain 'suka' tapi masih memiliki susunan gen yang sama? mengaggumi,menyayangi,mencintai? kalo mau tau perbedannya liat gugel aja deh.

Kadang, ini kadang aja ya, seseorang tuh pacaran karena udah dibilang 'terlanjur dekat' dan tidak tega untuk menolak. Padahal sama perasaan sendiri masih abstrak? padahal masih blom yakin sama ini orang? atau kebelet pengen punya pacar biar dikatain "udah laku nih yee" dan trus daripada menyesal ya di-iya-in aja. Kalo kedepannya lancar alhamdulillah, kalo setengah jalan pun nggak nyampe ya biarlah.

Dan gue pun sebenarnya kurang paham apa sebenarnya inti dari tulisan malam ini. Abstrak banget, sama kaya apaan dah terserah. Padahal dari paragraf pertama tadi mau ngomongin tentang gue, kok malah ke arah ceramah-ceramah ga jelas gini, lah?? mungkin suatu hari gue akan memahami lebih lanjut apa yang telah gue tulis ini, goodnight whoever who you are.

Kamis, 27 Juni 2013

Entahlah

Ohayou..... eh konbanwa eprebadeh!! malam ini agak sedikit a little lumayan capek disebabkan oleh suatu sebab yang sudah menjadi akibat karena harus menanggung resiko dan akan memetik buahnya suatu hari, atau tidak sama sekali. Ya semacam itulah.
Hari ini hari Kamis, dan besok hari Jum'at, berarti malam ini adalah malam Jum'at, lalu bisa dibilang Kamis malam, dan tidak ada yang peduli, tapi mungkin ada yang peduli, mungkin seseorang di luar sana, di luar mana entahlah, tidak mungkin di luar rumah, karena di luar rumah, di luar rumah hanya ada paman pentol, dan itupun hanya sekedar lewat, hanya lewat, bahkan seorang paman pentol hanya lewat, tak kau sapakah diriku dahulu, kau palingkan wajahmu seakan tak melihatku, apa arti diriku ini di matamu, apakah hanya sebagai tempat persinggahan belaka, tak lama kusadari, pantas saja, aku di dalam rumah, engkau di luar rumah, kodrat kita berbeda, kita tak dapat bersatu, engkau di sana, aku di sini, engkau berdiri, aku berduduk, engkau berjalan, aku masih duduk, betapa berbedanya dunia kita, tetapi satu, satu yang pasti, satu ikatan antara kita, satu karunia karena kita dapat terlahir di dunia ini, tak dapat kupungkiri lagi, tak akan kuragukan lagi, kita sama-sama homo sapiens di dunia ini.

Kadang waktu berjalan, kadang waktu merangkak, dan ada kalanya waktu berlari, mengejar matahari, mengejar rembulan, tanpa memakai sepatu, tanpa memakai kaus kaki, tanpa mengeluarkan keringat, tak kenal lelah selalu berlari, mengejar sesuatu kah, cintanya pada waktu betina yang tak kunjung tersampaikan kah, atau mungkin cintanya yang selalu bertepuk sebelah tangan, menyerah tak ada dalam kamusnya, karena ia memang tak punya kamus, wujud pun ia tak punya, bisakah kalian membayangkan, wujud dari seorang 'waktu', 'waktu' yang sebenarnya, karena jam pm/am yang kalian pikirkan hanyalah fana belaka, hanyalah patokan semata, saya sendiri pun tidak tahu, tapi saya tahu diri, tahu bahwa segalanya akan berubah, tahu bahwa segalanya tak akan sama seperti sekarang, tahu bahwa waktu berjalan bukan berlari, tahu bahwa tempe selalu menjadi sahabat terbaik tahu, tetapi akankah, ketidaktahuanku akan menyeret atau menggendongku ke lembah kegelapan, ke lembah kebodohan, tunggu kelajuntan kisah berikutnya.

Selasa, 18 Juni 2013

Forever like Ever ??

Here's some small talk with myself after watching Notting Hill which have been watched from me like many times but it just in the end, but after watching from the beginning, it was that damn good. There's so many dialogs that caught my heart deeply inside, just like :

Anna : Can I stay for awhile ?
Thacker : Stay forever.

and

Anna : After all... I'm just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her.

and one more

but accidentally i forget what i wanna write right down here. hellyeah.


So, just to the point. About forever, yes it's not a rare species of word to find if we're talking about love. But forever has its negative and positive side, at least i think so. There is nothing wrong with forever overall, it just the perspective of some person that matters.You can say that forever just only exist in fairytales, or it's totally bullshit,  but for me it also exist in this real world. It might be depends on a person who said that. It could be totally a lie, if the person is a lizard liar(it just my phrase using lizard). Forever is exist, on my opinion cause it said by the right person. Even when they're die, im sure you do still have feelings for them, except you got insomnia err, amnesia. And yeah, another reason is you've promised to meet them again in another life, If Allah lets you. So it doesn't stop till this temporary life, isn't it? But, back again, it depends on the people how they could accept the word "forever".

Kamis, 06 Juni 2013

Pendidikan, antara budaya menghukum dan merangsang minat siswa

" Ini merupakan sebuah artikel/cerita yang saya ambil dari facebook kak Lasma Sinaga   Menurut saya cerita ini adalah cerita dimana hampir sebagian besar pelajar di Indonesia merasakan hal seperti ini termasuk saya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. (ini hanya copy paste ya)"
 
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti..

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI).

Minggu, 17 Februari 2013

Hmmm


Pardon the way that I stare
There's nothing else to compare
The sight of you leaves me weak
There are no words left to speak
So if you feel like I feel
Please let me know that it's real
You're just too good to be true
Can't take my eyes off of you