Ohayou..... eh konbanwa eprebadeh!! malam ini agak sedikit a little lumayan capek disebabkan oleh suatu sebab yang sudah menjadi akibat karena harus menanggung resiko dan akan memetik buahnya suatu hari, atau tidak sama sekali. Ya semacam itulah.
Hari ini hari Kamis, dan besok hari Jum'at, berarti malam ini adalah malam Jum'at, lalu bisa dibilang Kamis malam, dan tidak ada yang peduli, tapi mungkin ada yang peduli, mungkin seseorang di luar sana, di luar mana entahlah, tidak mungkin di luar rumah, karena di luar rumah, di luar rumah hanya ada paman pentol, dan itupun hanya sekedar
lewat, hanya
lewat, bahkan seorang paman pentol hanya
lewat, tak kau sapakah diriku dahulu, kau palingkan wajahmu seakan tak melihatku, apa arti diriku ini di matamu, apakah hanya sebagai tempat persinggahan belaka, tak lama kusadari, pantas saja, aku di dalam rumah, engkau di luar rumah, kodrat kita berbeda, kita tak dapat bersatu, engkau di sana, aku di sini, engkau berdiri, aku berduduk, engkau berjalan, aku masih duduk, betapa berbedanya dunia kita, tetapi satu, satu yang pasti, satu ikatan antara kita, satu karunia karena kita dapat terlahir di dunia ini, tak dapat kupungkiri lagi, tak akan kuragukan lagi, kita sama-sama homo sapiens di dunia ini.
Kadang waktu berjalan, kadang waktu merangkak, dan ada kalanya waktu berlari, mengejar matahari, mengejar rembulan, tanpa memakai sepatu, tanpa memakai kaus kaki, tanpa mengeluarkan keringat, tak kenal lelah selalu berlari, mengejar sesuatu kah, cintanya pada waktu betina yang tak kunjung tersampaikan kah, atau mungkin cintanya yang selalu bertepuk sebelah tangan, menyerah tak ada dalam kamusnya, karena ia memang tak punya kamus, wujud pun ia tak punya, bisakah kalian membayangkan, wujud dari seorang 'waktu', 'waktu' yang sebenarnya, karena jam pm/am yang kalian pikirkan hanyalah fana belaka, hanyalah patokan semata, saya sendiri pun tidak tahu, tapi saya tahu diri, tahu bahwa segalanya akan berubah, tahu bahwa segalanya tak akan sama seperti sekarang, tahu bahwa waktu berjalan bukan berlari, tahu bahwa tempe selalu menjadi sahabat terbaik tahu, tetapi akankah, ketidaktahuanku akan menyeret atau menggendongku ke lembah kegelapan, ke lembah kebodohan, tunggu kelajuntan kisah berikutnya.