Kamis, 04 Juli 2013

Entah berantah

Setting ceritanya ini gue lagi check-in di bandara trus siap-siap langsung naik pesawat, ternyata oh ternyata........ di sisi sebrang pelatar tinggi ini terhampar luas birunya laut dari entah berantah dan dihubungkan dengan kedua tali yang sejajar, terdapatlah sebuah kapal yang pintu masuknya terbuka lebar.
Disana gue kaget sekaligus amazed, kok ini bandara tapi jadi di pelabuhan gini? egp sama keanehan ini, gue langsung mau cepet-cepet aja keseberang naik tuh cruise ship. Tapi ternyata satu-satunya jalan ya lo harus meluncur dari tuh tali yang menghubungkan pelataran bandara yg tinggi ini ke pintu kapal yang tepatnya berada 30' dibawah sana.
Ngeliat kakak gue dengan entengnya meluncur layaknya naik flying fox(ceritanya kita lagi di kasih liburan), tak ada kata ragu buat gue untuk meluncur. Tiba-tiba tante yang datang dari entah berantah nyerobot sebelum gue sempat ngeletakin tangan ke katrolnya, dan wussssshhhhh dia meluncur dan lalu clek jbyurrrrrrr talinya putus. Untung bukan gue. Terdiam sejenak, kami para penumpang yg masih di pelataran melihat si tante tadi berdiri di birunya air laut tadi. Ya ga pikir panjang langsung aja semuanya nyebur dah.

Di pintu kapal entah kenapa tiba-tiba gue pakai baju selam dan sekujur tubuh udah basah aja. Dan entah kenapa itu kapal di dalamnya jadi kaya pulau khusus buat orang-orang liburan. Dengan PD nya gue berjalan di apa ya namanya, sejenis koridor tapi luas gitu dan open field?yah apalah pokoknya kita sebut saja koridor. Nah jalan aja dah tuh gue ngelewatin koridor dengan entengnya, dan ketika kepala dan mata gue menoleh ke depan dari celingak-celinguk gak jelas, tatapan slow motion pun terjadi, lo berdiri dengan tegapnya menghadap horizontal sedangkan gue vertikal. Dengan jalan yang sengaja diperlambat gue berharap lo bisa menyadari kehadiran gue yang bukan takdir ini, dan tssaahhhhh. Tatapan kita bertemu, tapi yang terucap hanyalah mulut yang merapat sembari melebarkan senyuman dan sebuah anggukan santai lalu berjalan ke arah masing-masing yang berlawanan.

Tempat yang tak terduga, bahkan kemungkinan bertemu dengan seorang kenalan adalah 0%, dan dengan apa yang pernah kita lalui dahulu, tak bisakah kita saling menyapa layaknya seorang teman lama? even in dreams, we're avoiding each other. Separah itu kah, kamu dan aku?.